Minggu, 19 Oktober 2014

KEWIRAUSAHAAN


KEWIRAUSAHAAN

          Banyak sekali jenis kewirausahaan di Indonesia yang sukses bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya. Sebenarya apakah yang dimaksud dengan kewirausahaan itu? , ok. Berikut adalah sedikit uraian dari penyusun mengenai kewirausahaan.
Kewirausahaan atau dalam bahasa perancis disebut entrepreneurship dan kalau diterjemahkan secara harfiah punya pengertian sebagai perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal. (http://revolsirait.com)
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
a. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
b. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.
Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.
          Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu memulai inisiatif, mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis dan diterimanya resiko dan kegagalan.
          Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Karakteristik menurut Mc Clelland:
1)  Keinginan untuk berprestasi
2)  Keinginan untuk bertanggung jawab
3)  Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4)  Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5)  Rangsangan oleh umpan balik
6)  Aktivitas energik
7)  Orientasi ke masa depan
8)  Keterampilan dalam pengorganisasian
9)  Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :
1)  Kemampuan inovatif
2)  Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3)  Keinginan untuk berprestasi
4)  Kemampuan perencanaan realistis
5)  Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6)  Obyektivitas
7)  Tanggung jawab pribadi
8)  Kemampuan beradaptasi
9)  Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke -18. Diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal dan lain-lain. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Jadi keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
Ada 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow).
Contoh dari kebutuhan untuk berprestasi (n Ach).
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Contoh kebutuhan untuk berkuasa (n Pow):
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
Contoh kebutuhan berafiliasi (n Afill):
(n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.

Ketidakmampuan pemerintah menaggulangi pengganguran di Indonesia menuntut masyarakatnya untuk lebih kreatif dan inovativ dengan membuat sebuah peluang usaha demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu caranya yaitu dengan berwirausaha.
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Para wirausahawan menelusuri banyak sumber gagasan. Sumber gagasan baru tersebut adalah:
1.      Konsumen
Wirausahawan bisa mendapatkan ide usaha baru dari [calon] konsumen, yaitu dengan mencoba memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin belum terpenuhi oleh produk/jasa yang telah ada.
2.     Perusahaaan yang sudah ada
Wirausahawan dapat melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga memiliki keunggulan yang lebih.
3.     Saluran distribusi
Wirausahawan juga bisa  mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.
4.     Pemerintah
Ide usaha bisa diperoleh dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
5.     Penelitian dan pengembangan
Ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.

Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru. Ada 3 tahap:
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan.
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya.
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan.


Sumber Gagasan bagi Produk dan Jasa Baru
v  Kebutuhan akan Sumber Penemuan
v  Hobbi atau Kesenangan Pribadi
v  Mengamati kecenderungan – kecenderungan
v  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
v  Mengapa tidak terdapat..?peluang bagi usaha baru adakalanya datang didalam menjawab pertanyaan, “Mengapa tidak terdapat...?
v  Kegunaan lain dari  barang-barang biasa
v  Pemanfaatan produk dari perusahaan lain

Analisa Pulang Pokok
Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi).
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Unsur dasar analisa pulang pokok :
  1. Biaya tetap
  2. Biaya variabel
  3. Biaya total
  4. Pendapatan total
  5. Keuntungan
  6. Kerugian
  7. Titik pulang pokok

Alternatif Bentuk Kepemilikan Bisnis
1.     PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Artinya, jika bisnis mengalami kerugian, pemiliklah yang harus menanggung seluruh kerugian.
Keuntungan:
a.    Mudah dibentuk dan dibubarkan.
b.    Bekerja dengan sederhana
c.    Pengelolannya sederhana
d.    Tidak perlu kebijakan pembagian laba
Kerugian:
a.    Jika mengalami kerugian ditanggung sendiri.
2.    PERSEKUTUAN FIRMA
Usaha perseorangan yang kepemilikannya terdiri dari sekutu pemilik.
Keuntungan:
a.    Kemampuan untuk tumbuh dengan menambah bakat dan uangn yang baru
b.    Prosedur pendirian relatif mudah
c.    Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar
d.    Keputusan yang diambil akan lebih baik, karena pertimbangan seluruh firma.
Kerugian:
a.    Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi anggota firma
b.    Kelangsunagn hidup perusahaan tidak terjamin sebab bila salah seorang anggota keluar maka firma pun  bubar.
3.    PERSEROAN KOMANDITER (CV)
Persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai modal perseroan.
Keuntungan:
1.     Pendiriannya relatif mudah
2.    Modal yang terkumpul lebih banyak
3.    Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar
4.    Manajemen dapat didiverifikasikan
5.    Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kerugian:
a.    Tanggung jawab tidak terbatas
b.    Kelangsuangan hidup tidak terjamin
c.    Sukar untuk menarik kembali investasinya
4.    KORPORASI (Corporation)
Perseroan terbatas (PT), suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik.
Keuntungan:
a.    Kelangsungan hidup perusahaan terjamin.
b.    Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor
c.    Saham dapat diperjual belikan
Kelemahan:
a.    Biaya pendirian relatif mahal
b.    Rahasia tidak terjamin
c.    Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
5.    Koperasi
Adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya pada prindip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan azas kekeluargaan.
  
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
  1. Perekrutan karyawan
  2. Seleksi calon karyawan
  3. Pelatihan karyawan
  4. Penilaian hasil kerja
Sumber dari dalam organisasi :
         Karier
         Promosi jabatan
         Rotasi jabatan
Sumber dari luar organisasi :
         Para pesaing
         Badan/agen penempatan kerja
         Lembaga pendidikan
         Mass media informasi

Seleksi
Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut
Tahap-Tahap Proses Seleksi
         Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
         Wawancara Pendahuluan
         Tes Kecerdasan (intelegence)
         Tes Bakat (Aptitude)
         Tes Kepribadian (Personality)
         Rujukan Prestasi (Performance References)
         Wawancara Dianostik
         Pemeriksaan Kesehatan
         Penilaian Pribadi
Dua alat yang sering digunakan untuk membantu proses seleksi adalah :
  1. Ujian (testing)sebagai penelitian kualitas sumber daya manusia yang relevan untuk menjalankan tugas atau jabatan yang tersedia.dibagi menjadi empat kategori :
          - tes bakat (aptitude test)
          - tes pencapaian (achievement test)
          - tes minat vokasional (vocational interest test)
          - tes kepribadian (personality test)
  1. Pusat Penilaian (assesment Center) suatu program, dan bukannya tempat, dimana peserta tergabung dalam sejumlah individu dan kelompok latihan yang dibentuk untuk menstimulasi aktivitas-aktivitas penting pada tingkat dimana peserta berharap untuk bisa mencapai suatu tingkatan tertentu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar