Minggu, 15 September 2013

Kembali ke Niat


Assalamualaikum...

Saat aku menulis tulisan ini, tidak terbersitpun niat untuk memberikan sebuah tulisan yang berisi hujatan ataupun tulisan yang memuat keluhan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Amien...
Sesaat aku teringat terhadap niatku saat pertama kali ingin pergi ke Bekasi. Meneruskan kuliah, tapi harus bisa mencari uang untuk daftar & persiapan akomodasi lainnya. Tidak kusangka, mantra yang diajarkan sepupuku yang sekarang juga sedang mengejar mimpinya, ternyata cukup “ampuh”. Mau tahu mantra yang Ia ajarkan kepadaku??
“Saat Kamu begitu sangat menginginkan sesuatu maka, kamu akan menyadari bahwa seluruh alam akan bersatu padu membantumu”.

Sejak saat itu, aku slalu mempercayai kata-kata yang ia ajarkan padaku. Apalagi terdapat hadist yang shahih mengenai itu, yaitu, “Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu sendiri tak mau merubahnya”. Kurang lebihnya sih begitu.
Niat yang baik pasti akan menghasilkan kebaikan, Aku yakin itu. Semoga Kita semua juga bisa membuat kedua orang tua kita bahagia di dunia & di akhirat..(Amien .. InsyaAllah)

Hey guys, bukannya aku luput dari kegalauan juga..
Pasti.. selayaknya manusia lainnya, saat aku mulai mengenal berbagai macam tingkah dan polah manusia. Pastilah terdapat perasaan ataupun prasangka. Bahkan, tak luput dari ujian kekurangan, ketakutan dan putus asa.
Namun, setiap kali aku sadar betul, bahwa semua yang kita miliki adalah titipan Allah. Kita hanya diberi sertifikat berupa kepercayaan-Nya kepada kita untuk menjaga selama Ruh kita masih ada. Dan sewaktu-waktu Dia ingin menguji seberapa cintakah kita terhadap-Nya.
Kenapa sih kita harus mencari ilmu, dan kenapa aku begitu bersemangat dengan aktivitas kuliah ini?

Kawan, ada ungkapan populer, alumni perguruan tinggi itu ada yang memiliki ijazah karena kemampuan ilmiahnya; ada juga yang memiliki ijazah “asal lulus”. Tentunya kita tak ingin asal lulus sajakan?
Nah, kelompok pertama akan belajar & melakukan kajian dan penelitian dengan semangat yang tiada henti. Serta tidak akan merasa cukup dengan pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah. “Untuk anak kelas malam, pastinya kita bisa belajar lebih karena setiap hari kita menggali ilmu dengan bekerja dari orang-orang sekitar yang begitu luar biasa”. Eits... anak-anak yang kuliah pagi pun pasti lebih banyak waktu untuk belajar ... iyakan???
Kelompok kedua, biasanya hanya puas dengan dengan ijazah dan gelarnya lalu akan tenggelam dalam kemalasan sehingga pengetahuannya bukan bertambah namun akan menyusut alias ketinggalan jaman. “ketinggalan jaman soal gadget sih ga masalah karena emang ga ada budget” hehehe

*itu aku dapat saat membaca artikel dari “Risalah STIU Darul Hikmah”.

Saat kita sedang galau dengan keadaan sekitar atau sedang gelisah dan merasa kurang semangat, maka mari kita sama-sama perbarui niat kita. Tujuan dan cita-cita yang ingin kita raih. Supaya kita selalu istiqomah & selalu dalam koridor agama kita. Amien...

Dengan begitu, kita tidak akan lupa untuk bersyukur dengan segala pemberian Sang Pembuat Jagat Raya ini. Kita akan bersyukur dengan segala hal-hal yang kecil maupun besar yang telah kita capai.
Jangan mudah putus Asa.... masih banyak orang – orang yang harus kita bahagiakan. Yupz, kedua orang tua kita, orang-orang yang mencintai kita dengan sepenuh hati....
Sekian tulisan dari mifta.... Wassalamualaikum.... J