Senin, 22 Oktober 2012

ISD BAB 6 PELAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT



















































MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR 2




Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah

Perilaku Sosial Anak Jalanan

Kelas  :  2-ID06

Tanggal Penyerahan Makalah : 22 Oktober 2012
Tanggal Upload Makalah  :  23 Oktober 2012

 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.


P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
34411478
Miftakhul Jannah


Program Sarjana Teknologi Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR


Untaian penuh harap dan pujian hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Lantunan shalawat salam senantiasa tidak henti tertuju kepada penghulu para nabi dan rahmat bagi seluruh alam, Muhammad SAW , juga kepada para keluarga dan sahabatnya, serta orang-orang yang senantiasa setia mengikutinya hingga akhir.
Berbagai dukungan yang diberikan oleh Orang tua, sahabat terutama untuk kelas 2 ID 06 yang bersedia membantu dan memberikan sumbangsih saran serta kritikannya yang membuat makalah yang berjudul " Perilaku Sosial Anak Jalanan " dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Serta Bapak H. Muhammad Burhan Amin, Ssos, MMSI selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi untuk membuat makalah ini.
            Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih pengetahuan bagi semua pembaca dan kita semua dapat mengambil pelajaran serta mampu memotivasi yang lain untuk berkarya lebih bagus lagi dan lebih hebat lagi,
Demikan salam pengantar dari Penyusun, tentu saran dan kritikan yang membangun sangat diharapkan oleh Penyusun.

                                                                                                Bekasi, Oktober 2012.


                                                                                                Miftakhul Jannah






BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Situasi anak jalan di Indonesia cukup memprihatinkan  karena sampai saat ini masalah-masalah anak khususnya pada anak-anak yang berada di jalanan belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Jumlah anak yang tinggal di jalanan terus menerus meningkat dan pemerintah pun tidak mempunyai data anak yang tinggal di jalanan. anak jalanan merupakan seseorang yang masih belum dewasa (secara fisik dan phsykis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankan hidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental dari lingkunganya.
Ada perbedaan antara representasi sosial berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang dimiliki. Anak jalanan tipe 1 adalah anak jalanan laki-laki yang berusiadibawah 15 tahun. Sedangkan, anak jalanan yang berusia di atas 15 tahun merepresentasikan bekerja untuk mencari pengalaman. Bagi anak jalanan perempuan, semakin dewasa usianya maka semakin merepresentasikan bekerja untuk mencari teman. Selain itu, semakin tinggi tingkat pendidikan anak jalanan, semakin merepresentasikan bekerja bukan untuk mencari uang. Terakhir, kedua orangtua anak jalanan tipe II dan III bekerja, sedangkan anak jalanan tipe I hanya bapak saja yangbekerja.
Mayoritas anak jalanan berusia diatas 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar anak jalanan sudah tidak sekolah, mereka memiliki pendidikan akhir SD dan sederajat. Sebagian besar alasan seorang anak turun ke jalan karena kurang perhatian dari keluarga dengan motivator atau orang yang mengajak bekerja di jalanan adalah teman. Pendidikan orangtua anak jalanan hanya sampai tingkat SD dan sederajat dan bekerja di sekor informal dan bersifat marjinal seperti buruh terampil, buruh kasar, pedagang pemulung, pengamen dan pengemis. Tingkat penghasilan bapak sebagai keluarga masih berada dibawah UMR Kota yang mereka tinggali. Sedangkan untuk ibu anak jalanan, sebagian besar tidak bekerja. Bagi ibu anak jalanan yang bekerja sebagian besar bekerja sebagai pengemis. Sedangkan sisanya bekerja di bidang jasa dan karyawati. Penghasilan ibu sebagai penunjang kebutuhan hidup sehari-hari yaitu kurang dari Rp.400.000, 00 per bulan. Sebagian besar anak jalanan masih memiliki orangtua. Tidak semuanya memiliki tempat tinggal bersama orangtuanya.Anak jalanan termasuk keluarga besar, mereka memiliki jumlah saudara kandung diantara 3-5 orang termasuk diri sendiri. Hal ini menyebabkan anak jalanan kurang mendapatkan perhatian dari orangtua.
2. Tujuan
Penyusunan makalah ini merupakan sebuah misi yang bertujuan sebagai berikut :
1.    Mengetahui anaslisis SWOT tentang “ Perilaku Sosial Anak Jalanan "
2.   Mengetahui berbagai faktor perilaku anak jalanan yang ada pada alisis SWOT, sehingga kita semua mampu mengurangi perilaku social anak jalanan yang menyimpang.
3.   Meminimalisir dampak social yang terjadi pada anak jalanan dan berusaha memperjuangkan hak mereka sebagai warga negara.

3. Sasaran
            Pembuatan makalah ini diharapkan mampu membantu para pemuda bangsa terutama kaum intelektual ( Pelajar ) untuk bersama-sama membangun Negara seeperti memperbaiki kehidupan social anak jalanan denagn mengubah perilaku social mereka yang menyimpang. Selain itu, semua instansi yang terkait seperti pihak pemerintah, masyarakat secara keseluruhan seperti Orang tua agar mampu mendidik generasi bangsa yang bermoral baik.






BAB II
ANALISIS SWOT

Analisis permasalahan Perilaku sosial Anak Jalanan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

II.A   STRENGTH
            Aspek ini merupakan aspek kekuatan, Ulasannnya sebagai berikut :
1.      Kekuatan (Strength)
a.       Berwatak Khas
Anak jalanan memiliki watak  keras, kreatif, semangat hidup yang tinggi, berpikir pendek, dan mandiri. Selain itu, mobilitas yang tinggi terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan, tidak perduli dengan lingkungan, selalu curiga dengan keberadaan orang asing, sangat sensitif, sulit diatur.
b.      Memiliki Pemikiran lain mengenai kehidupan
            Anak Jalanan cenderung berfikir tidak acuh terhadap pendidikan, mampu memenuhi kehidupan pangan mereka saja susah. Oleh karena itu, mereka lebih Survive untuk kehidupan mereka. Cenderung relistis dan semangat mereka untuk maju justru kuat. Karena, anak jalanan tidak  terlalu menggantungkan hidup terutama dalam hal tempat tidur atau makan.
c.       Memiliki Ciri Fisik yang Khas.
            Anak jalanan cenderung lebih tangguh daripada anak – anak pada umumnya, namun mereka identik dengan pakaian yang kotor, berdebu dan malas menjaga kebersihan mereka.
d.      Kehidupan jalanan membuat dewasa
            Anak jalanan memiliki pandangan hidup yang lebih dewasa. Kehidupan jalanan mengajarkan mereka untuk bertahan hidup dengan kerasnya kehidupan. Mereka lebih mengerti arti kerasnya hidup.
2.      Kelemahan (Weakness)
a.       Tingkat Pendidikan yang Rendah
                  Memenuhi kehidupanman sehari-hari saja sudah cukup sulit bagi mereka. Apalagi mengenyam bangku pendidikan. Walaupun pemerintah dan banyak instansi sudah berusaha memperluas jaringan pendidikan namun, pemahaman mereka terhadap pentingnya pendidikan masih kurang. Bahkan, Orang tua merekalah yang harus menjadi sasaran dalam hal pemahaman art peenting pendidikan.
b.      Usia Anak Jalanan yang masih muda
                  Latar belakang kehidupan keluarga yang miskin, membuat mereka terjun ke dunia kerja dengan usia yang masih muda. Sering kita jumpai, di jalanan banyak sekali pengemis yang membawa anak kecil.
c.      Bersal dari keluarga yang kurang harmonis
                  Salah satu penyebab menyimpangnya perilaku social mereka adalah hubungan keluarga. Anak jalanan cenderung kurang dekat dengan keluarga. Orang terdekat bagi mereka adalah teman mereka di jalanan. 
d.      Kurangnya Penanaman Sifat atau Norma yang baik
                  Penanaman norma atau sopan santun bagi anak jalanan sangat kurang, melihat dari sisi keluarga yang kurang harmonis dan orang terdekat mereka adalah teman di jalanan. Apalagi pandangan masyarakat yang menganggap semua nak jalanan itu bermoral rendah, hal itu juga menyebabkan pemikiran mereka untuk memahami norma makin kurang.
3.      Peluang (Opportunity)
            a.       Talenta anak jalanan
                        Talenta anak jalanan perlu digali dan diasah, seperti kita ketahui, banyak sekali anak jalanan yang berkecimpung dalam dunia pengamen yang membuat mereka diminati oleh para pecinta music seperti produser. Selain itu, banyaknya sanggar anak jalanan juga menambah ketrampilan mereka dalam dunia seni guna membekali kehidupan mereka.
            b.      Simpati dari Masyarakat
                        Banyak sekali pengusaha dan pihak swasta yang terjun untuk membantu mereka . Salah satunya adalah membuat sanggar dan lembaga sekolah guna meningkatkan taraf kehidupan mereka.
            c.       Arahan dari Lingkungan dan Pemerintah
                        meluruskan perilaku social mereka dengan memberikan bantuan tidak hanya sekedar materi, namun motivasi dan bimbingan agar mereka lebih baik sangat penting. Perlu disadari bahwa meningkatnya populasi anak jalanan juga menjadi perhatian khusus tertama masyarakat. Kita dituntut untuk mengentaskan kemiskinan dan perilaku tindak pidana dan amoral dari anak jalanan.
            d.      Naluri mencari Uang atau penghasilan yang positif.
                        Memberikan modal usaha adalah hal yang paling tepat bagi mereka. Dapat di akui, mereka memiliki naluri berdagang atau naluri pencari nafkah yang kuat dan gigih. Semangat mereka perlu ditingkatkan dengan suntikan dana modal usaha.
4.      Hambatan .
a.  Tidak adanya bekal keagamaan yang diberikan
            Sering sekali kita temusi sanggar-sanggar yang mengajari mereka ketrampilan. Namun, Untuk pembekalan rohani mereka masih dirasa kurang. Bekal rohani sangat berguna bagi mereka, melihat dari sisi kehidupan mereka yang cenderung dekat dengan kehidupan Amoral & tindak pidana lainnya. Sehingga, pembekalan Agama merupakan banteng awal bagi mereka.
b. Penolakan dari Lingkungan sekitar.
            Tanpa kita sadari, kebanyakan dari kita sangat menolak keras apabila ada Anak jalanan yang masuk ke lingkungan warga. Penolakan tersebut membuat mereka merasa dikucilkan dan makin terpuruk. Hal inilah yang harus kita hindari guna mengurangi dampak social bagi mereka.
c. Peluang pekerjaan yang dibatasi
            tingkat pendidikan mereka yang rendah membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik. Apalagi usia mereka yang masih dibawah umur juga kendala dalam mencari nafkah .
d. Otoritas kelompok Anak Jalanan.
            Kehidupan anak jalanan yang bias dikatakan Premanisme, membuat mereka sulit bertahan hidup. Pandangan yang kuat yang menang, membuat posisi mereka sangat sulit.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


1. Kesimpulan
a. Masalah Anak jalanan adalah masalah yang serius, Jika populasi mereka meningkat dapat dikatakan perilaku mnyimpang dari Anak jalanan juga meningkat seiring dengan makin kerasnya kehidupan dan persaingan mempertahankan hidup.
b.  Perhatian dan bantuan dari masyarakat sekitar, Pemerintah perlu ditingkatkan
c.  Keberadaan anak jalanan yang meresahkan Warga.
d. Pentingnya penanaman Tatanilai agama, moral dan hokum bagi anak jalanan.


2. Rekomendasi
a. Pengentasan kemiskinan dan anak jalanan yang berkesinambungan .
b. Penanganan yang serius bagi semua pihak yang terkait
c. Menyadari bahwa mereka juga merupakan bagian dari Masyarakat .
d. Membentuk lingkungan yang kondusif guna menekan populasi Anak jalan dan perilaku menyimpang anak jalanan.











REFERENSI


Adrana,galuh.REPRESENTASI SOSIAL TENTANG KERJA PADA ANAK JALANAN.Studi kasus anak jalanan di kota Bogor. IPB.2009