Minggu, 16 Oktober 2011

Islam


MENGAPA ADA ISLAM?

Islam merupakan agama yang sempurna, kita wajib mengajak semua umat kepada islam agar selamat dari kebingungan , kegoncangan, dan penyiksaan. Kita wajib kembali kepada islam apalagi kita belum mampu meng aplikasikan semua ajaran islam dalam kehidupan.kita belum masuk islam secara total (menyeluruh) seperti yang terdapat dalam surat al-maidah ayat 3 yang artinya : “ pada hari itu tlah Ku sempurnakan agamamu,dan telah Ku ridhoi islam menjadi agama bagimu”.
Kita perlu mengajak diri kita kepada islam agar mampu meniti kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan senantiasa diatur oleh peraturan islam dan dikendalikan oleh akhlak islam. Kita semua mendambakan kehidupan yang islami di bawah peradaban islam , karena peradapan islam adalah peradaban yang robbani.peradaban yang bermoral ,peradaban yang berperikemanusiaan dan bersifat universal.

Menurut DR.Yusuf qardha)wi dalam bukunya” kenapa kita islam” , pertanyaan tersebut akan dijawab melalui3 faktor :
1. Factor keimanan, 2. Factor sejarah , 3. Factor relita ( kenyataan);
jika kita berpijak pada 3 faktor tersebut,maka mau tidak mau kita harus kembali kepada islam.
berikut uraian singkatnya:
A.    Factor Keimanan Mengharuskan Kembali Kepada Islam
Keimanan kita kepada Allah SWT dan komitmen terhadap ikrar syahadat menuntut kita agar menjadikan islam sebagai pandangan hidup ,dan mengharuskan kita untuk kembali kepada islam , sekaligus mengamalkannya.tidak bisa kita mengakui islam sebagai agama namun kita masih belum  berhukum pada islam. Hukum islam yang berlandaskan al-qur’an dan hadist yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik hokum dunia maupun akhirat.
Kita tidak boleh memilah – milah hokum islam yang membedakan antara dunia maupun akhirat, seluruhnya telah diatur dalam islam, jika kita mampu melaksanakan itu maka kita telah masuk islam secara kaffah(menyeluruh).  Islam telah mengatur semua aspek kehidupan manusia seperti rumah tangga, masjid, lembaga pendidikan universitas , peradilan , pertanian , industry , jalan dan semua aspek kehidupannya lainnya. Selain itu islam telah mengatur dari kita lahir sampai ke buiaian kubur.
demikian , keharusan beriman , beragama, menuntut kita untuk kembali pada islam secara menyeluruh yang meliputi segala aspek kehidupan dan perkembangan kehidupan.
B.     Faktor sejarah memperkuat Faktor keimanan
Jika kita mau melihat sekilas tentang sejarah islam maka kita akan menyadari bahwa Bangsa arab yang terlebih dahulu tersentuh islam , mengalami masa kejayaan setelah adanya islam.  Disanalah para sahabat menyebarluaskan agama islam keseluruh dunia.
ketika islam belum datang, arab mengalami masa jahiliyah, namun setelah adanya islam arab menjadi Negara islam  yang terkenal .
Tidak adanya kesesatan yang lebih besar daripada menyembah berhala, ya, saat itu Negara arab yang masih belum terjamah islam mengalami kesesatan yang seluruh kehidupannya berantakan tanpa adanya hokum yang berlaku , terjadi perpecahan suku  dan terjadi kebobrokan moral .
Nah, ketika islam datang , islam mempersatukan suku , memperbaiki moral bangsa arab , mengajarkan ilmu, menghidupkan kembali pikiran dan hati mereka yang mati, dan tentunya mengeluarkan mereka dari kesesatan .
Seperti wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yaitu yamg pertama adalah perintah membaca , tersirat bahwa kita dituntut untuk belajar baik ilmu dunia maupun akhirat. Dengan demikian umat telah berubah dari umat bodoh menjadi umat yang cerdas dan beradap, namun, seiring berjalannya waktu mereka memisahkan antara ilmu dengan agama.
selain itu, umat islam adalah peletak dasar – dasar ( manhaj) system eksperimen . seperti pada masa pemerintahan khalifah – khalifah islam dan negaranya yang mampu mengangkat mereka menjadi Negara yang makmur, damai bahkan mampu menjadi pusat peradaban dunia. Nama- nama khalifah tersebut seperti umar bin abdul aziz, shalahudin al – ayyubi, maka kita bisa melihat mereka telah memimpin negaranya menuju masa kejayaan dan keemasan , oleh karena itu jika kita ingin meraih kejayaan , kewibawaan , kemakmuran , kemerdekaan, dan kesatuan maka mau tidak mau kita harus kembali pada islam. Karena islam adalah peraturan Allah , maka peraturan Allah-lah yang paling sempurna.

C.     Faktor Kenyataan (Realita) mendukung factor keimanan dan sejarah
Faktor terakhir adalah factor realita, factor inilah yang mengharuskan kita untuk kembali kepada islam secara kaffah , kita telah mengadopsi pemikiran- pemikiran, aliran – aliran , dan system – system yang kita impor dari barat maupun timur , bahkan kita juga mengadopsi system kapitalis liberal maupun system social demokrasi namun , masih belum bisa mengeluarkan kita dari permasalah pelik Negara ini seperti kelaparan, tidak mampu menenteramkan dan mengamankan kita, yang jelas kondisi kita masih belum berubah .
Kita semakin bertambah buruk saja, adanya dekadensi moral, kerusakan social , dan kehancuran rumah tangga, bahkan kita menjadi pengeluh saja. Kita adalah umat islam dengan pemeluk terbanyak di seluru dunia namun, kualitas kita masih jauh dari Negara- Negara seperti jepang atau Negara mesir yang mampu melesat jauh menuju kemakmuran yang maju dalam bidang industry maupun teknologi.
Kita hanya bergantung dari Negara lain , seperti sector sipil yang semua peralatannya harus diimpor dari luar negeri dan bahan pangan yang banyak di pasok dari Negara tetangga. Sungguh ironis.
Isalamlah yang mampu menyelamatkan kita dari semua problem dan kehancuran dalam semua aspek kehidupan yang kita jalani. Di Negara – Negara islam yang telah mengaplikasikan islam dalam kehidupan mereka terlihat jelas kasil positifnya. Kita akan menjumpai keluarga yang baik , manusia yang baik, dan masyarakat yang baik , karena masyarakat yang baik adalah insane yang baik. Hanya akidahlah yang mampu memperbaiki keadaan kita. Karena islamm mampu menyeimbangkan kehidupan kita, dalam al-qur’an telah dijalaskan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum jika mereka tidak mau merubahnya sendiri. Memperbaiki kehidupan dan masyarakat tidak mungkin dapat direalisasikan dengan mengeluarkan beberapa resolusi, namun dapat diwujudkan dengan memperbaiki jiwa manusia, budi pekertinya , dan hati nuraninya sebelum memperbaiki yang lainnya. Hanya imanlah yang mampu merubah segalanya dari yang buruk menjadi baik.oleh karena itu, kita harus kembali pada islam , islam dibawah al-quranul karim, islam dibawah seruan nabi Muhammad SAW, yang diaplikasikan generasi Rabbani pertama, dan islam yang benar dan bersih.
semoga kita mampu mengaplikasikan semua ajaran islam dalam kehidupan kita sehari-hari.
Amien…




(referensi buku : "kenapa kita islam " karya DR. YUSUF QARDHAWI")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar