Minggu, 02 Oktober 2011

ceritaku


" cerita ini hanya fiktif belaka , apabila ada persamaan nama atau karakter ya namanya jg cerita hehehe...."
LANGIT SORE
Hari ini minggu yang melelahkan, Tami ba'da dhuhur baru pulang kerja. huh... lembur ...tp gak pa-palah....masih muda memang pantas untuk lebih giat, terdengar bunyi sms dari ayu teman skaligus sepupu nya , " mbak, ntar sore jam 4 kita ngaji dirumah mbak Endang..."....
Sudah dari 2 minggu yang lalu Tami mulai ikut mengaji di bawah bimbingan mbak Endang, dulu waktu masih bekerja di suatu PT, boro_boro bisa ikut pengajian, bisa menyempatkan ibadah sunnah aja rasanya udah seneng...
Dalam pengajian itu, tak seperti yang dibayangan Tami , karena ternyata yang ikut ngaji di hari pertama cuma ber_6 itupun guru ngajinya diitung hheheh...
ya, ternyata dimulai dari sinilah awal yang bagus buat sosialisasi.. Apalagi skarang banyak sekali waktu luang ...
di tempat ngaji ini , Tami punya teman - teman ngaji yang semua umurnya beragam , seperti tika dan Shanti yang baru saja menginjak bangku SMP, Uun yang kelas 3 SMP , tentu saja ayu yang skarang telah terdaftar sebagai mahasiswa sekolah tinggi swasta di bekasi...

Sebenernya, Tami sangat kagum sama adik2 yang masih SMP itu. Shanti dan tika adalah anak SMP yang cuma ijazah paket A, ternyata mereka ikut sekolah alam. Subhanallah, semangat belajar mereka sungguh luar biasa..... walaupun orang tua mereka hanya pekerja serabutan namun, mereka masih ingin melanjutkan sekolah... tau gak sieh jawaban apa yang Tami dapat ketika Tami bertanya ' kalian setelah lulus SMP mau sekolah lg gak??' ternyata jawaban mereka sungguh sangat memprihatinkan.... " ya, kalo ada biaya pasti akan melanjutkan lah mbak??'
YA ALLAH, apakah semangat belajar mereka yang begitu luar biasa harus musnah hanya karena biaya?? Tami sejenak merenung... Ia masih bersyukur walau orang tua Tami bukanlah Orang yang punya, namun semangat orang tua Tami untuk menyekolahkan anak-anak mereka sampai SMA sungguh sangat luar biasa ... mereka tak mempedulikan pekerjaan apa itu, yang penting halal dan cukup untuk memenuhi hidup...
Shanti dan tika tinggal di tempat yang mungkin orang biasa akan merasa jijik atau tidak nyaman karena baunya , ya tepatnya dekat dengan tempat pembuangan akhir (TPA) alias tempat dimana sampah - sampah ibukota di buang.... itulah yang harus membuat kita slalu bersyukur dengan kehidupan kita, Harusnya , tak ada lagi kecemasan - kecemasan tentang nasib anak bangsa yang pendidikannya mungkin akan terputus, harapan Tami cuma 1, semoga ada jalan bagi teman - teman kecilnya itu.....
AMIEN>>>>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar