Senin, 31 Oktober 2011

makalah IBD 2

MAKALAH
“ PERAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN”
MATA KULIAH
ILMU BUDAYA DASAR

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
S1 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
2011

PENYUSUN:
MIFTAKHUL JANNAH
34411478
1 ID 06

KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam , Saya ucapkan pada Allah Yang Maha Pengasih lagi Pemurah, karena makalah ini dapat disusun sesuai harapan dan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW karena melalui beliau , Kita semua tersinari cahaya keimanan yang penuh dengaan nikmat.
Rasa terima kasih saya ucapkan kepada :
1.       Kedua Orang tua yang selalu mendo’akan anaknya ini tanpa putus sehingga selalu diberi kemudahan oleh Allah;
2.       Dosen IBD Bapak Muhammad Burhan Amien yang selalu memberikan ilmunya dan memberikan bimbingan kepada Kami semua;
3.       Rekan – rekan di kelas 1 ID 06 yang bersedia memberikan saran dan bantuan.
4.       Dan semua pihak yang bersedia memberikan bantuan dan motivasi dalam mengerjakan Makalah ini.
Makalah ini membahas tentang “ Peran Kebudayaan Dalam Membentuk kepribadian “, Makalah ini berhubungan dengan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar . Penyusun menyadari betul dalam menulis makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu Saran dan kritik yang membangun sangat Saya harapkan.
Penyusun berharap , semoga makalah ini bermanfaat bagi sumbangsih ilmu pengetahuan dan mampu memberikan penjelasan tentang Peran kebudayaan dalam membentuk kepribadian . Tentunya , semoga makalah ini bermanfaat dalam mempelajari ilmu budaya dasar dan mendapat nilai sesuai harapan.
Demikian makalah ini Saya buat, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Amien.
Bekasi , 24 Oktober 2011
Penyusun
 
BAB 1
PENDAHULUAN
1.       Latar belakang
A.     Pengertian kebudayaan
Budaya merupakan unsur utama dalam membentuk kepribadian suatu bangsa , artinya budaya adalah unsur dalam kehidupan sosial. Budaya mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi pola pikir , pola kehidupan ,kepercayaan bahkan ideology mereka. Dalam arti umum , kebudayaan diartikan sebagai hasil karya, rasa dan cipta manusia. Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat kesatuan. Misal dalam kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar seperti umpamanya seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat. Marville J. Herskovits mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu:
1.      alat-alat teknologi,
2.      sistem ekonomi,
3.      keluarga, dan
4.      kekuasaan polotik.
Kebudayaan, selain memiliki unsur-unsur pokok, juga mempunyai sifat hakikat. Sifat hakikat kebudayaan ini berlaku umum bagi semua kebudayaan di manapun juga, walaupun kebudayaan setiap masyarakat berbeda satu dengan lainnya. Sifat hakikat kebudayaan tersebut ialah sebagai berikut:
1.             Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
2.             Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.             Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah-lakunya.
4.             Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
Gerak kebudayaan
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh sebab hubungan-hubungan yang terjadi antar kelompok masyarakat. Budaya asing yang lambat laun dapat diterima dan masuk dalam budaya sendiri disebut akulturasi. Unsure yang mudah diterima biasanya seperti unsure kebendaan , unsur yang bermanfaat bagi kehidupan, dan unsur yang mudah diterima karena berhubungan langsung dengan kehidupan penerima (unsur teknis). Biasanya yang mudah menerima budaya asing adalah golongan muda dan yang sulit menerima adalah golongan tua karena sudah mendarah daging . unsur yang sulit diterima biasanya bersifat idelogi , agama.
B.      Pengertian Kepribadian
Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu disebut “ Kepribadian “. Dalam bahasa populer istilah kepribadian juga berarti ciri-ciri watak yang konsisten, sehingga seorang individu memiliki suatu identitas yang khas berbeda dengan individu yang lain.
Sigmund Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari tiga sistem utama: id, ego, dan superego. Setiap tindakan kita merupakan hasil interaksi dan keseimbangan antara ketiga sistem tersebut .Carl jung ,pada awalnya adalah salah satu sahabat terdekat Freud dan anggota lingkaran koleganya, tetapi pertemanan mereka berakhir dalam pertengkaran tentang ketidaksadaran. Menurut Jung, di samping ketidaksadaran individual, manusia memiliki ketidaksadaran kolektif yang mencakup ingatan universal symbol-simbol, gambaran tertentu, dan tema-tema yang disebutnya sebagai arketipe. Ada 3 hal yang merupakan isi keribadian yang pokok yaitu:
1.         Beragam kebutuhan organik diri sendiri, kebutuhan dan dorongan psikologi diri sendiri, serta dorongan organik maupun psikologi sesama manusia selain diri sendiri.
2.         Beragam hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri dari aspek fisik, psikologi, yang menyangkut kesadaran individu.
3.         Beragam cara untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan atau menggunakan beragam kebutuhan sehingga tercapai rasa kepuasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Factor penentu kepribadian yaitu :
1.       Faktor keturunan
Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah,gender , temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energy dan irama biologis, adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.
2. Faktor lingkungan
Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami.Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.

C.      Hubungan antara kebudayaan dengan kepribadian
Berbicara mengenai kepribadian dan kebudayaan, tidak terlepas dari hubungan antara masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu.
Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan lain-lain sifat ynag khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. Kepribadian sebenarnya merupakan organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi suatu individu baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan kepribadian seseorang. Budaya dan kepribadian bagaikan dua sisi mata uang tidak bisa dipisahkan. Dimana budaya yang baik selalu mempengaruhi pribadi yang baik, kemudian budaya buruk selalu mempengaruhi pribadi yang buruk juga.
Disamping itu kadang kala lingkungan menjadi hal utama yang dapat mempengaruhi baik buruknya budaya seseorang.

2.       Tujuan
a.       Makalah ini di buat agar mahasiswa mampu memahami setiap karakter atau sifat individu yang berbeda akibat dari berbedanya latar kebudayaan masing – masing.
b.       Mengetahui Peran pentingnya kebudayaan dalam membangun kepribadian seseorang mampu menjadi dasar dalam penilaian tentang luhurnya budi suatu bangsa.
c.       Mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dalam membangun kepribadian yang luhur dan mampu menjadi citra yang luhur. Manfaat dari penerapan Budaya bermasyarakat yang baik :
1. meningkatkan jiwa gotong royong
2. meningkatkan kebersamaan
3. saling terbuka satu sama lain
4. meningkatkan jiwa kekeluargaan
5. meningkatkan rasa kekeluargaan
6. membangun komunikasi yang lebih baik
7. meningkatkan produktivitas kerja
8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.
d.       Ikut serta dalam usaha melestarikan Biudaya bangsa yang luhur dan mengenalkan kepada bangsa ke mancanegara sehingga mampu menjadi pioneer bagi perkembangan kebudayaan.
e.       Makalah  ini hendaknya mampu membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah IBD .
3.       Sasaran
Makalah ini ditujukan untuk semua pembaca, baik blogger maupun masyarakat luas mengenai peran pentingnya kebudayaan dalam pembentukan kepribadian. Makalah ini juga ditujukan untuk semua lapisan golongan masyarakat agar mampu menjadi dasar dalam memahami budaya bangsa lain. Ada beberapa point sasaran yang perlu diperhatikan yaitu :
a.       Mampu memahami dasar kebudayaan sehingga mampu menyelesaikan masalah
b.       Masyarakat yang berjiwa Pancasila mempunyai integritas budaya yang tinggi
c.       Bersikap terbuka dan tanggap dengan lingkungan sekitar terhadap permasalahan yang melatarbelakangi konflik social
d.       Toleransi dalam bermasyarakat.




BAB 2 .
PERMASALAHAN

Dalam menelaah pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian, sebaiknya dibatasi pada bagian kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadian. Berikut tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
1.         Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Di sini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung.
2.       Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value).
3.       Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula.
4.       Kebudayaan khusus atas dasar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya.
5.       Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

Analisis permasalahan peran kebudayaan dalam membentuk kepribadian dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal. Berikut uraian dari setiap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan  yang ada, berkaitan dengan peranan kebudayaan dalam membentuk kepribadian:
1.       Kekuatan
·         Peran Kebudayaan yang ada dalam masyarakat dapat dijadikan titik acuan dalam membentuk kepribadian seseorang atau kelompok masyarakat.
 Karena melalui kebudayaan manusia dapat bertukar pikiran. Apalagi di jaman sekarang yang dimana teknologi informasi sangat menjadi acuan atau pengaruh dalam pertukaran kebudayaan dalam masyarakat berbangsa maupun bernegara. Adat istiadat maupun system social yang ada sangat berpengaruh dalam mambentuk kepribadian individu.
·         Budaya dapat dijadikan acuan dalam membentuk mental seseorang.
Seperti kita ketahui , karakteristik individu yang berbeda yang melatarbelakanginya adalah perbedaab kebudayaan . Individu yang berasalk dari budaya yang keras atau kolot akan cenderung sulit menerima perubahan yang ada. Dan pribadi yang berasal dari budaya yang mungkin dalam kehidupan sehari – harinya sudah mulai pudar akan mudah dalam menerima budaya yang baru. Karena dasar itulah Mental seseorang dalam kehidupan sehari- harinya dapat dilihat.
·         Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah seseorang/masyarakat sebagai pelaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan seseorang/masyarakat.
Kita harus memahami bahwa kearifan budaya harus dipupuk dalam memahami nilai – nilai budaya , Kita tidak boleh kehilangan jati diri , menerapkan kebudayaan yang luhur adalah kewajiban yang mutlak dan mengubah budaya yang buruk adalah kewajiban bersama sebagai objek pelaku kebudayaan.
·         Budaya merupakan aspek yang sangat mempengaruhi karakteristik suatu pribadi atau kelompok.
Karakteristik pribadi yang berbudaya luhur akan mampu membuat pribadi itu menonjol dalam lingkungannya , tentusaja pribadi yang berkarakteristik menarik dapat memperkenalkan budayanya kepada lingkungan yang ia singgahi. Pribadi tersebut mampu mencerminkan budayanya dalam kehidupan sehari – hari. Hal positif akan timbul dalam pribadi yang berkarakter positif begitu juga sebaliknya.


2.       Kelemahan
·         Kebudayaan negative yang mudah diterima.
Masyarakat sering sekali menerima langsung kebudayaan-kebudayaan negative yang seharusnya dan memang bertentangan dengan norma-norma, karena kebudayaan negative inilah yang tidak dapat mengubah kepribadian seseorang/masyarakat.
Budaya yang negatif harus mampu ditolak , Kebudayaan yang negative mambuat individu terbuang dalam lingkunagnnya.
·         Kebudayaan daerah masih sering tidak dianggap oleh masyarakat local sendiri.
Budaya local dianggap tersendiri, sehingga kepribadian yang didapat bukan berasal dari tanah airnya sendiri melainkan dari budaya asing yang mereka anggap lebih bagus dan lebih keren . hal inilah yang membuat kehilangan jati diri.
Seringkali budaya local dianggap kurang mewakili dalam penggambaran kehidupan sehari – hari mereka. Hal inilah yang membuat pribadi kehilangan pandangan dalam memhami budayanya sendiri. Kebudayaan masyarakat local merupakan suatu kesatuan dalam membentuk kepribadian .
·         Konflik social yang terjadi akibat kurangnya pemahaman budaya lain.
Terjadinya kerusuhan atau tawuran antar kelompok maupun antar suku adalah akibat dari kurang nya pemahaman akan budaya masyarakat lain, sehingga terjadi konflik yang berkepanjangan dan membuat kondisi lingkungan yang tidak kondusif. Kepribadian seseorang yang keras yang berasal dari budaya yang kolot juga membuat semakin buruknya permasalahan yang terjadi.
·         Citra buruk yang tercipta akibat kepribadian segelintir individu yang buruk.
Sering kali adanya pencitraan yang terjadi pada sekelompok masyarakat akibat dari buruknya segelintir individu yang berkarakter negatif, Oleh karena itu hendaknya kita menjaga sikap dan perilaku kita agar tidak mengotori budaya bangsa yang lihur ini. Dan hendaknya kita mempunyai wawasan yang luas terhadap budaya masyarakat lain.
3.       Peluang
·         Memperkenalkan budaya ke masyarakat luas.
Alam masa era-globalisasi yang ada, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa lain yang tidak dapat dijangkau kepada masyarakat agar mereka pun dapat mengenalnya. Dengan memperkenalkan budaya kita , masyarakat luaspun akan tahu betapa luhurnya dan betapa pentingnya melestarikan budaya.
·         Mulai diperkenalkannya kebudayaan kepada generasi penerus melalui pendidikan yang ada.
Kebudayaan yang dimiliki oleh setiap bangsa negara atau daerah mulai diperkenalkan kepada generasi penerus mulai sejak dini. Karena budaya yang luhur harus terus disebarkan dan dipupuk ke dalam kehidupan generasi penerus agar menjadi benteng terhadap serangan budaya asing yang banyak berpengaruh negative.
·         Memupuk rasa cinta kepada kebudayaan
Kepribadian yang baik dapat memupuk rasa cinta kepada kebudayaan nya, bahkan rasa cinta kepada budaya dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui perspektif pribadi yang berkarakter. Masyarakat yang berbeda budaya pun dapat jatuh cinta kepada budaya lain hanya karena wujud dari pribadi yang berkarakter baik.
·         Penilaian kepribadian yang baik akibat dari budaya yang masih dijaga .
Sering kali kita menggambarkan pribadi yang positif akibat dari latar belkang budya dimana ia berasal , hal inilah yang menjadi peluang besar agar menjadi pribadi yang santun dan berkarakter positif.
4.       Tantangan
·         Kebudayaan-kebudayaan luar yang negatif sangat besar untuk ditiru
Kebudayaan luar yang datang dengan bersamaannya teknologi-teknologi khususnya teknologi informasi yang berkembang pesat  membawa arus informasi yang banyak mengandung unsur negative , hal inilah yang mampu merusak kepribadian generasi muda . Filter atau benteng diri yang kuat yang tercipta dari budaya luhur harus terus ditanamkan dalam setiap aspek kehidupan generasi muda.
·         Hampir sedikit masyarakat yang memperkenalkan budaya local kepada generasi penerus .
Hal inilah yang terjadi sekarang , semakin pudarnya budaya sendiri akibat kurang perhatiannya terhadap pelestarian budaya. Padahal budaya local mampu dan terrbukti menciptakan pribadi yang luhur dan bermoral .Banyak yang beranggapan budaya local itu kolot dan terlalu berbelit – belit (ribet) . Generasi muda pun masih banyak yang berpendapat budaya asing itu lebih bagus ( keren) padahal budaya sendiri yang terbukti menciptakan prestasi-prestasi yang cemerlang.
·         Menciptakan lingkungan yang kondusif dari individu yang berkepribadian baik.
Timbulnya lingkungan yang aman dan kondusif dapat diciptakan dari kepribadian – kepribadian yang baik , yang ada dalam setiap individu. Tumbuhnya rasa saling menghormati dan rasa cinta kasih dapat menciptakan persatuan bangsa.
·         Memahami kepribadian dari individu yang berbeda budaya
Budaya yang berbeda dapat menciptakan kepribadian yang berbeda pula, oleh karena itu memahami dan menghargai setiap karakter individu sangatlah baik. Kita tidak boleh egois dengan beranggapan bahwa budaya sendiri itu lebih baik . hal ini juga memudahkan kita dalam bergaul karena kita mampu meleburkan perbedaan tanpa mengubah kepribadian masing – masing.




BAB 3
REKOMENDASI

1.       Kesimpulan
Kebudayaan dan kepribadian adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling terikat dalam membentuk keselarasan suatu pribadi. Keduanya juga memperkaya gambaran mengenai seoranh individu. Kita tidak boleh memahami kebudayaan dan kepribadian oranglai hany dari sudut pandang kita, karena hal tersebut dapat menimbulkan kerancuan dan kesalahpahaman .
2.       Rekomendasi
a.       Masyarakat mampu mengekspresikan diri mereka tanpa harus menghilangkan kebudayaan dan kepribadian masing – masing. Hal tersebut dapat membantu dalam menyelesaikan setiap permasalahn yang terjadi dalam kehidupannya.
b.       Masyarakat mampu memahami setiap karakter / kepribadian satu sama lain sehingga tercipta masyarakat yang madani .
c.       Masyarakat mampu membentengi diri dari segala perilaku di luar budayanya yang bersifat buruk.seperti perilaku hedonis, kapitalis dan anarkis dapat dihapus secara perlahan – lahan.
d.       Menjadikan kearifan local sebagai jati diri dalam meningkatkan kualitas hidup.


REFERENSI:
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya